BREAKING NEWS !! INNALILLAHI..LORD RANGGA MENINGGAL DUNIA

 


Mantan petinggi Sunda Empire, Lord Rangga atau Rangga Sasana, dikabarkan meninggal dunia, hari ini Rabu 7 Desember 2022.


Lord Rangga yang merupakan warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah ini dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 05.39 pagi ini.


Pria yang dikenal dengan topi baretnya tersebut meninggal di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tanjung, Brebes.



"Betul meninggal tadi pagi," kata seorang tetangga Lord Rangga yang merupakan warga Grinting, Widiyanto.


Diketahui, Rangga Sasana atau Lord Rangga yang merupakan mantan petinggi Sunda Empire sempat terpilih menjadi manajer tim Persab Brebes.


Namun, belakangan Lord Rangga mengundurkan diri dari kursi mnajemen Persab Brebes.


Lord Rangga Sunda Empire terpilih setelah melalui proses rapat antara pengurus Persab Brebes di Sekretariat Persab Brebes, Selasa malam (2/8/2022).


SUMBER : https://banyumas.tribunnews.com/2022/12/07/breaking-news-innalillahi-lord-rangga-mantan-petinggi-sunda-empire-dikabarkan-meninggal-dunia


Related Posts:

Pramuka Saka Wira Kartika Kersana Berbagi

 


BREBES (trelepmedia.com )– Pramuka Saka Wira Kartika binaan Koramil 06 Kersana Kodim 0713 Brebes, kembali membantu membagikan nasi ponggol/nasi bungkus di depan Makoramil, Jalan Raya Kersana-Tanjung No. 7, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (2/12/2022).


Disampaikan Danramil Kapten Armed Jupriadi, pelibatan anak-anak pramuka binaannya itu untuk pembentukan karakter kepedulian sekaligus memperingan pekerjaan.


“Kali ini kita membagikan 150 bungkus nasi ponggol untuk sarapan pagi bagi para pengguna jalan yang melintas di depan koramil, termasuk tukang becak, tukang ojek, tukang parkir, dan kaum dhuafa yang sudah menunggu di depan koramil sejak jam 6 pagi,” ujarnya.


Lanjut Jupriadi, kegiatan di setiap hari Jumat itu merupakan rutinitas Koramil sejak minggu ketiga bulan Juli 2022, yaitu sejak dirinya menjabat sebagai danramil.


“Kali ini kita mendapatkan bantuan dari KUA Kecamatan Kersana untuk penyediaan 50 bungkus nasi ponggol yang dibagikan, sedangkan untuk penyiapan 100 bungkus lagi berasal dari iuran anggota koramil,” sambungnya.


Ia menambahkan, kegiatan berbagi dengan menyisihkan sedikit penghasilan bulanan itu diharapkannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar koramil, terlebih bagi orang-orang yang kurang mampu. (Aan)

Related Posts:

Inilah Perjuangan Parmin Sebagai Veteran

 


Brebes – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan atau pejuang bangsa. Salah satu pejuang veteran di Kabupaten Brebes yang masih hidup adalah Parmin (81), purnawirawan TNI berpangkat Sersan Mayor yang kini menjabat Ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) Cabang Brebes.


Saat upacara Hari Pahlawan 10 November 2022 di Alun-alun Brebes, Parmin hadir dan menjadi salah satu tamu di tribun kehormatan. Kamis (10/11/2022).


Warga Desa/Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes yang rumahnya berada di depan Stasiun Kereta Api Ketanggungan ini, menyatakan bangga karena para juniornya (Babinsa) yang masih aktif untuk memperjuangkan kedaulatan pangan.


Menurut Parmin yang kini menjadi petani dengan belasan hektar lahan garapannya, bahwa suatu bangsa akan tetap kokoh bertahan saat terkena badai, jika negara itu berdaulat pangan. Begitu juga sebaliknya, bangsa akan menginvasi/menyerang bangsa lainnya jika mereka kekurangan pangan (merebut sumber daya pangan).


“Pangan tidak  serta merta memenangkan perang, namun tanpa pangan yang cukup maka moril pasukan akan rendah sehingga akhirnya kalah perang," ujarnya selepas pelaksanaan upacara yang dipimpin Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE.MH itu.


Parmin juga mengajak para Babinsa agar selalu ikhlas mendampingi para petani, gencar memotivasi para petani untuk menggarap lahan tidur demi ketahanan pangan daerah dan nasional. Pasalnya, hal itu pernah dilakukannya sejak tahun 1976 saat dirinya menjadi Babinsa di Koramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes.


"Di usia saya saat ini, saya masih menanam jagung di tanah seluas 3 hektar dan juga tebu di tanah saya seluas 15 hektar dari hasil uang pribadi bukan pinjaman,” tegasnya.


Sekedar memotivasi, sebagai petani sampai saat ini, Parmin telah berhasil menyekolahkan 6 orang anaknya, yaitu 3 anak lulus sarjana dan 3 anak lagi masih di bangku kuliah.


Parmin juga memberikan gambaran, di tahun 2045 mendatang diprediksi para ahli bahwa negara-negara dunia akan mengalami krisis sumber daya energi alam yang tak tergantikan, dan juga krisis pangan karena ledakan populasi penduduk.


Lanjutnya, hanya negara-negara yang berada di dekat garis khatulistiwa yang memiliki 2 musim saja yang mampu berdaulat pangan sehingga negara-negara itu menjadi incaran negara lainnya.


Oleh karena itu, sebagai bangsa pejuang maka generasi saat ini dan selanjutnya haruslah siap menghadapi jika terjadi peristiwa yang dipaparkannya itu, termasuk tetap berdaulat pangan.


Tak lupa dirinya meminta agar peringatan Hari Pahlawan 2022 ini dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan rasa rela berkorban, keikhlasan, dan pantang menyerah seperti yang para pejuang dulu wariskan.


Untuk diketahui, Parmin yang merupakan purnawirawan TNI juga termasuk ke dalam veteran karena dirinya ikut aktif dalam perjuangan untuk membebaskan Irian Barat dalam operasi Trikora (10 Desember 1961 - 1 Mei 1963).


Hal itu tertuang dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1967, tentang penghargaan kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kesatuan bersenjata, baik resmi maupun kelaskaran dalam memperjuangkan, membela, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.


Lebih lanjut dalam Undang-undang itu juga disebutkan, bahwa Veteran RI adalah WNI yang ikut secara aktif dalam suatu peperangan membela kemerdekaan dan kedaulatan NKRI menghadapi negara lain, dan juga mereka yang ikut dalam masa revolusi fisik antara 17 Agustus 1945 - 27 Desember 1949 untuk mempertahankan kemerdekaan, juga mereka yang ikut aktif dalam operasi Dwikora demi mempertahankan kedaulatan NKRI.


Kemudian bagi semua veteran yang telah disahkan maka mereka memperoleh gelar kehormatan Veteran Republik Indonesia sehingga berhak dan wajib menjadi anggota Legiun Veteran RI.


LVRI sendiri merupakan satu-satunya organisasi massa veteran yang diakui pemerintah di Indonesia. (Aan)

Related Posts:

Patut Dicontoh, Hari Pahlawan Pelajar di Salem Bersihkan Makam Pahlawan

 


Brebes - Semangat pantang menyerah, rela berkorban, dan keikhlasan, ditunjukkan puluhan pelajar SMAN 1 Salem, dengan membersihkan Taman Makam Pahlawan Manggala Negara di Desa/Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Kamis siang (10/11/2022).


Disampaikan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Serka Wasim, bahwa kedatangan mereka untuk mendoakan ke-20 orang pahlawan yang terbaring di TMP itu.


"Adik-adik pelajar binaan Koramil 13 Salem ini datang juga untuk bersih-bersih makam pahlawan. Saya salut dengan respek dan kepedulian mereka," ujar Serka Wasim.


Menurutnya, rasa nasionalisme dan patriotisme seperti itu perlu terus dipupuk di setiap generasi agar warga Indonesia tidak mudah diadu domba dan selanjutnya dijajah bangsa lainnya seperti dahulu.


Wasim menambahkan, kegiatan seperti itu sering dilakukan para pelajar untuk menyambut hari-hari besar lainnya.


"Kita akan terus memberikan edukasi informasi kepada para pelajar di wilayah Kecamatan Salem khususnya, bahwa kemerdwkaan bangsa Indonesia 77 tahun silam juga ada andil 20 orang pahlawan yang gugur di jalur Siliwangi, dimana jasadnya dimakamkan di tempat ini," pungkasnya. (Aan)

Related Posts:

Akses Plompong - Wanareja Kecamatan Sirampog Terputus


Brebes – Jembatan di jalan kabupaten ruas Desa Plompong-Wanareja, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terputus akibat konstruksi lapuk termakan usia. Sabtu (8/10/2022).


Dijelaskan Danramil 10 Sirampog melalui Bati Tuud Peltu Edi Susianto, jembatan yang dibangun sekitar tahun 1997 di Dukuh Cigedong Desa Wanareja itu merupakan akses penghubung kedua desa yang berdiri di antara tebing dengan kedalaman sekitar 7 meter.


“Jembatan sepanjang 5 meter lebar 4 meter itu diketahui ambrol sekitar pukul 09.00 WIB,” bebernya.


Lanjut Edi, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, saat ini di ujung kedua jembatan yang putus sudah dipasang tanda-tanda peringatan dan portal jalan dari bambu, agar para pengguna jalan yang belum tahu dan akan melintas bisa selamat tidak masuk ke jurang.


Koordinasi dengan pihak terkait sudah dilakukan, termasuk merencanakan dengan pemerintah desa setempat untuk membuat jembatan darurat dari kayu dan bambu.


Hal itu penting segera dikerjakan karena jembatan yang terputus itu merupakan akses bagi anak-anak Wanareja khususnya yang bersekolah (SMP dan SMK) di Desa Plompong, termasuk warga Wanareja yang akan ke pasar di desa tetangganya tersebut.


“Tanpa jembatan maka warga Desa Wanareja dan anak-anak sekolah harus memutar jarak berpuluh-puluh kilometer dalam waktu kurang lebih 2 jam untuk mengakses Desa Plompong,” imbuhnya. (Aan)

Related Posts:

Mba Nad Gelar Sosialisasi Empat Pilar bersama Tenaga Pendidik di Kabupaten Brebes

 


BREBES ( cbm-news.com ) - Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan bangsa. Karena pendidikan dapat membangun bangsa Indonesia yang berkualitas maju dan unggul serta berdaya saing tinggi sebagai modal pembangunan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPR/MPR RI Hj. Nur Nadlifah, S.Ag., M.M disela sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada guru dan tenaga pendidik yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Brebes, di SMP NU AL Fattah Wanasari Kab. Brebes, Jumat (5/08/2022).


Mba Nad mengatakan, pendidikan sebagai suatu proses harus secara terus-menerus dilakukan kepada seluruh komponen bangsa. Karena komponen bangsa ini adalah motor penggerak pembangunan yang selama ini dilakukan.


“Oleh karena itu, mengingat pentingnya pendidikan dalam mewujudkan cita-cita bangsa, kami dari DPR/MPR RI memandang penyelenggaraan pendidikan dan berbagai aspeknya harus mendapatkan perhatian utama. Termasuk perhatian terhadap kesejahteraan para guru dan tenaga pendidikan lainnya,” ujar Mba Nad.


Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pada dasarnya fungsi pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi juga membangun karakter bangsa. Untuk itu dia menegaskan, nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan dalam sanubari pelajar dan generasi muda sedini mungkin. 


“Kami memandang bahwa guru atau tenaga pendidik mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan karakter bangsa. Kami meyakini melalui pengajaran sejak dini kepada para pelajar dan generasi muda, pembentukan karakter bangsa sebagai penjabaran dari materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dapat lebih cepat terwujud,” tegas mba Nad.


Lebih lanjut mba Nad menyampaikan, pelaksanaan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah tugas yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019.


“Ini adalah tugas negara, kita melakukan sosialisasi 4 pilar termasuk juga kepada para guru dan tenaga pendidik. Mudah-mudahan kegiatan yang kita selenggarakan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan saya berharap meskipun kita menyelenggarakan kegiatan ini ditengah-tengah pandemi, kita tetap harus menjaga kesehatan dan jalankan protokol kesehatan secara ketat,” imbuhnya.

Related Posts:

Mba Nad dan Fatayat NU Brebes Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Republik Indonesia


BREBES - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Brebes bersama Ibu Hj. Nur Nadlifah, S.Ag., M.M menggelar sosialisasi 4 pilar Kebangsaan Republik Indonesia di Gedung Serbaguna Fatayat NU Brebes, Senin (29/08/2022).

Hal itu dilaksanakan guna mensosialisasikan kepada masyarakat tentang nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Ini sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Mba Nad, sapaan akrabnya, nilai-nilai kebangsaan harus melekat pada masyarakat dan senantiasa diaplikasikan sampai pada wilayah kecil termasuk di lingkungan desa. "Mulai dari lingkup RT dan RW harus menjadi garda utama dan terdepan dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan Republik Indonesia ini," papar perempuan yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini. 

Pertemuan Mba Nad bersama PC Fatayat NU Brebes inilah yang akan membentuk sebuah komitmen kebangsaan. Komitmen ini akan diwujudkan dalam berbagai langkah kongkrit seperti melakukan pendampingan, sosialisasi berbagai program yang dilakukan masyarakat paling tingkatan paling bawah secara massif. "Maka dari itu nilai 4 pilar harus menjadi cerminan PC Fatayat NU Brebes dalam mengemban tugas-tugasnya menuju kejayaan bangsa dan negeri," tegas mba Nad.

"Sesuai dengan tujuannya, Fatayat NU mempunyai wewenang dalam membuat serta melaksanakan kebijakan yang berpihak pada kepentingan dan kemaslahatan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan Republik Indonesia," pungkasnya

Related Posts:

Nur Nadlifah Gelar Sosialisasi KIE Program Bangga Kencana


BREBES - Generasi remaja harus mempersiapkan diri mencegah stunting. Demikian disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M pada acara sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama BKKBN Jawa Tengah di Aula Desa Ciampel Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, Sabtu ( 20/8/2022 ).



Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Tengah drg. Widwiono, M.Kes dan Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Ir. Khofifah, M.M.



Nur Nadlifah meengatakan, semua pihak harus ikut berperan dalam rangka mencegah stunting. Stunting atau kerdil pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.



“Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Periode 1000 hari pertama kehidupan semestinya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu pada tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan,” imbuhnya.


Nur Nadlifah menyampaikan, penanganan stunting harus dilaksanakan secara serius oleh BKKBN yang berperan sebagai leading sektor penanganan stunting. Dirinya juga mengajak semua pihak untuk berperan mencegah stunting berdasar kemampuan dan keahlian masing–masing dengan memberikan edukasi kepada masyarakat agar melakukan pencegahan.

Related Posts:

Berakhir, Jambore Nasional SAR Muhammadiyah Resmi Ditutup

WONOSOBO -


Jambore Nasional SAR Muhammadiyah yang sudah berlangsung sejak Kamis (11/08) resmi ditutup pada Ahad (14/08). Upacara penutupan digelar di Waduk Wadaslintang diiringi dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah bagi para juara lomba. 


Upacara penutupan semula akan dilaksanakan di lapangan kompleks Waduk Wadaslintang, namun karena cuaca kurang mendukung panitia mengalihkan ke tenda. 


Hadir sejumlah tamu undangan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wadaslintang, perwakilan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Wonosobo dan para juri perlombaan dari berbagai bidang lomba.


Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran relawan MDMC dari berbagai daerah. “Tak lupa kami meminta maaf mewakili PDM dan seluruh panitia lokal yang terlibat baik pribadi maupun instansi kelembagaan apabila banyak hal yang kurang berkenan dalam mendukung suksesnya acara,” katanya. 


Dalam kesempatan yang sama Profesor Daelami, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang membidangi Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) menekankan bahwa tugas relawan Muhammadiyah adalah menolong sesama manusia tanpa melihat golongan maupun identitas. 


“Ketika semuanya di berikan secara ikhlas maka keikhlasan itu akan kembali menjadi keberkahan untuk para relawan,” ucapnya. 


Tak lupa, Daelami juga  berpesan agar paska pelaksanaan jambore hendaknya semuanya bisa mengambil hikmah dan manfaat dengan yang ada. 


“Ketika dirasa ada kebaikan maka sebarkan kebaikan itu untuk orang lain, tapi jika dirasa ada hal yang kurang berkenan maka jadikan itu sebagai pembelajaran diri dan cukup dikonsumsi sendiri,” imbuhnya.


Hasil Perlombaan


Tim dari MDMC Surakarta dinobatkan menjadi juara umum Jambore Nasional SAR Muhammadiyah dan berhak meraih piala dari MDMC Jawa Tengah. Adapun perolehan juara ditiap jenis lomba adalah sebagai berikut : 


Lomba Al-Islam Kemuhammadiyan juara satu diraih oleh MDMC Karanganyar, dilanjut juara dua oleh mdmc Sukoharjo dan ketiga Surakarta. Untuk Medical First Respon (MFR) juara satu oleh mdmc Surakarta, ke dua Kokam Kalsel disusul RSM Lamongan. 


Kemudian lomba High Angel Rescue juara satu MDMC Klaten disusul Surakarta sebagai juara kedua dan UM Pekalongan juara tiga. Mata lomba Navigasi Darat (Navrat) juara satu MDMC Banyumas 1 disusul juara kedua MDMC Gowa dan ketiga UM Pekalongan. 


Untuk mata lomba Survival diraih oleh MDMC Kudus, Kedua Banyumas 1 dan disusul Pemalang. Untuk lomba Run Swim Run (RSR) juara satu oleh MDMC Sukoharjo disusul Klaten dan terakhir MDMC Karanganyar. 


Sedangkan jenis lomba RTRGT juara satu adalah MDMC Surakarta yang disusul Kasel sebagai juara dua dan MDMC Gowa juara tiga. Yang terakhir lomba renang, MDMC Klaten juara tiga disusul MDMC Karanganyar juara dua dan juara satu diraih oleh tim SAR Universitas Muhammadiyah Klaten. (hans/jap)

Related Posts:

RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Terjunkan Relawan Medis untuk Jambore


WONOSOBO - Rumah sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo beri dukungan untuk Sukses nya jambore dari Muhammadiyah dengan menerjunkan puluhan relawan medis dan dokter, (14/8/2022)

Selain dari PKU Muhammadiyah Wonosobo, beberapa rumah sakit Muhammadiyah Jawa Tengah juga terlibat dalam pelaksanaan Jambore.

Mereka terbagi di beberapa titik posko diantaranya di awal pembukaan kompleks Muhammadiyah 1 Wonosobo,  kompleks Muhammadiyah 2 Wonosobo, yang ke tiga di komplek tempat pelelangan ikan, dan yang terakhir di area lapangan waduk Wadaslintang. 


Selama 4 hari menjalankan tugas pendampingan Jambore, tercatat 14 pasien dari relawan yang ditangani oleh tim medis dan 1 pasien patah tulang dari warga yang terlibat kecelakaan di arena Jambore. 


Khusus penanganan fraktur( pasien patah tulang) telah mendapatkan pertolongan dasar yang selanjutnya dirujuk ke puskesmas Wadaslintang. 

Direktur RS PKU  Muhammadiyah Wonosobo dalam arahannya kepada relawan medis dari PKU Wonosobo untuk selalu bersiaga penuh sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat, seperti yang disampaikan oleh Harsono salah satu relawan medis RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.


Di awal menjelang pelaksanaan, PKU Muhammadiyah mengadakan screening kesehatan untuk seluruh peserta berupa tes antigen secara gratis selain PCR.


Jambore SAR Muhammadiyah berlangsung selama 4 hari sejak 11 sampai 14 Agustus 2022 yang berlokasi di Wadaslintang Wonosobo dengan Melibatkan 50 Kontingen dan melibatkan tidak kurang 350 relawan se Jawa tengah dan beberapa daerah luar Jawa lainnya dari berbagai kualifikasi. 


Jambore SAR ini Dimaksudkan untuk ajang silaturahmi dan konsolidasi kekuatan kompetensi SAR MDMC Jawa Tengah.


Ada 8 jenis perlombaan yang harus diselesaikan oleh peserta baik secara Tim maupun individu salah satunya adalah Run Swim Run dimana kompetensi ini menguji kekuatan fisik relawan sekaligus keterampilan berenang untuk menyiapkan SDM handal dalam SAR air atau Water Rescue. /Hans

Related Posts:

Mengenal MFR, Salah satu Lomba pada Jambore Nasional SAR Muhammadiyah 2022

 


WONOSOBO- 12/08/2022 -  Jambore Nasional SAR Muhammadiyah di Wonosobo  berlangsung pada 11 – 14 Agustus 2022, salah satu yang di adakan Panitia Jambore adalah 8 jenis perlombaan yang diharapkan mengasah skill peserta jambore, salah satu di antaranya adalah perlombaan MFR ( Medical First Responder). Apa itu MFR ?


Medical First Responder (MFR) merupakan sebuah program pelatihan kegawat daruratan untuk Anggota Muhammadiyah Disaster Manajemen Center ( MDMC ) dengan maksud untuk memberi nilai lebih pada diri seorang calon relawan, baik dalam pengetahuan maupun keterampilan. Adapun tujuan dari kegiatan MFR ini yaitu memberi pengetahuan dan pelatihan kepada anggota MDMC tanpa alat maupun dengan alat medis agar dapat berperan dalam melaksanakan misi kemanusiaan pada kondisi kondisi gawat darurat.


Dengan di tambahkannya salah satu lomba ini harapannya bisa meningkatkan pengetahuan dan skill serta aktif dalam merespon kegawatdaruratan, panitia berharap MFR dapat melatih kesiapsiagaan anggota MDMC dalam pemberian pertolongan pertama pada kondisi-kondisi gawat darurat sebelum mendapat pertolongan dari paramedis.


Pembekalan ilmu dan ketrampilan yang dulu dikenal sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) atau disebut juga Pertolongan Pertama (P3) ini wajib dimiliki bagi Rescuer MDMC muda meskipun di dalam MDMC itu sendiri sudah ada tim yang terdiri dari paramedis. Namun demikian kemampuan dasar ini tetap diajarkan dan sekaligus di lombakan pada event jambore yang melibatkan juri dari dokter Rumah Sakit Muhammadiyah. 


“ Medical First Responder sangat penting dikuasai relawan Muhammadiyah khususnya dan masyarakat umum pada umumnya, mengingat kemampuan ini bisa diterapkan dalam segala situasi. Khususnya RJP (resusitasi Jantung Paru ) dimana pada situasi tertentu kita mendapatkan orang yang tenggelam maupun yang dianggap sudah meninggal, tapi langkah medis Resusitasi jantung paru (RJP) mampu mengembalikan fungsi napas dan atau sirkulasi darah di dalam tubuh yang terhenti. Resusitasi jantung paru bertujuan menjaga darah dan oksigen tetap beredar ke seluruh tubuh.” tutur Emi Priati salah satu relawan medis dari RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.


“ Ada dua jenis MFR yang dilombakan pada even kali ini, diantaranya RJP (Resusitasi Jantung Paru ) untuk dewasa dan anak serta penanganan Fraktur (Patah tulang). Fraktur salah satu jenis cedera yang cukup umum terjadi pada saat respon bencana, dengan kemampuan dasar yang dimiliki MDMC ini diharapkan bisa membantu penanganan dasar sebelum ditangani ahli medis. “ lanjut Emi saat ditemui redaksi di ruang medis panitia jambore.


Tujuan diadakan lomba MFR ini untuk mempersiapkan SDM yang handal khususnya relawan MDMC untuk dapat membantu dalam penanganan kecelakaan penerbangan, pelayaran, bencana dan kondisi yang membahayakan manusia di daerahnya masing-masing. 


Pencapaian yang diharapkan dalam lomba berupa referesh materi MFR (Medical First Responder) yang diungkapkan Ketua Panitia Satrio adalah agar seluruh relawan dapat berproses dengan baik dalam mengikuti lomba selanjutnya sehingga mempunyai kinerja dan kualifikasi dasar yang meningkat dan lebih baik dari sebelumnya khususnya pada Skill MFR./hans

Related Posts:

Kreatif, Peserta Jambore SAR Sambil Berjualan Cobek

 


Wonosobo(trelepmedia.com) - 11 Agustus 2022 – Puluhan kontingen sudah memulai memasuki komplek SMK Muhammadiyah untuk melakukan registrasi pada event Jambore SAR Muhammadiyah 2022.


Ada yang unik dari sekian puluh kontingen yang telah hadir pencok (nama pangilan) turut hadir sebagai pendamping dari kontingen Magelang dengan membawa dagangan berupa cobek dari batu asli Muntilan dan juga ratusan pipo (sambungan rokok) yang di jual di komplek SMK Muhammadiyah.


“Prinsipnya ketika kita meninggalkan keluarga maka sebisa mungkin ada yang bisa kita berikan saat kita pulang nanti seberapapun jumlahnya. jadi, kita berjuang untuk persarikan juga tampa meninggalkan perjuangan untuk keluarga.”  katanya mengawali wawancara dengan Redaksi.


Puluhan dagangan cobek yang digelar harga berkisar tiga puluh ribu sampai tujuh puluh ribu dengan diameter delapan belas sampai tiga puluh centimeter. Sedangkan harga pipo berkisar lima puluh ribu sampai seratus dua puluh ribu sesuai dengan bahan dan keunikan.


Dagangan yang dibawa merupakan milik salah satu relawan MDMC Magelang yang memiliki kerajina cobek, sehingga pembayaran menunggu penjualan. Sedangkan pipo adalah hasil kreativitas sendiri.


Kreativitas membawa dagangan ini bukan karena tidak adanya support dari LazisMU maupun dari PDM Magelang akan tetapi mengajarkan kepada kader untuk bisa mandiri dalam operasional kegiatan.


MDMC Magelang mengirimkan lima personil yang semuanya adalah relawan pemula yang harapanya bisa menjadi contoh ketika kembali ke organisasi MDMC Magelang . 


Pra acara Jambore SAR Muhammadiyah dimulai dengan Sarasehan di halaman SMK Muhammadiyah, dengan menghadirkan seluruh kontingen peserta jambore yang sudah hadir. Sebagai tambahan Jambore kali ini melipatkan lima puluh tim dengan tiga ratus lima puluh peserta dan tidak kurang dua ratus pendamping senior dari MDMC se-Indonesia.

Related Posts:

Tempuh 12 jam perjalanan untuk ikut jambore SAR Muhammadiyah

 


Wonosobo( trelepmedia.com) - , Jambore Nasional SAR Muhammadiyah 2022 akan diadakan pad 11 hingga 14 Agustus di Wadaslintang Wonosobo. Antusiasme peserta begitu tinggi salah satunya kontingen dari Lampung yang sudah hadir sehari sebelumnya.


Perjalan  12 jam tidak menyurutkan semangat untuk hadir silaturahmi dan menimba ilmu di arena jambore meski kedua kakinya terasa pegal karen terlalu lama didalam mobil.


Hadir dengan sebelas personil mewakili kota metro dan daerah-daerah sekitarnya dengan tujuan menimba ilmu dan siap berkontribusi kembali nantinya untuk MDMC daerahnya setelah selesai event.


"Pertama yaa silaturahmi mesti, terus karena MDMC lampung belum hebat kaya jawa tengah terus pengen belajar, silaturahmi dengan SAR Jawa Tengah dan kota kata lain yang MDMC nya sudah mapan."terang Wawan sapaan akrabnya saat ditemui redaksi.


"Selama perjalan Alhamdulillah tidak ada  kendala bahkan kami sempat mampir dulu ke lokasi jambore tepatnya di kaliwiro karena ada salah satu personil yang aslinya orang Wonosobo. " Tambahnya sambil tersenyum.


Masih menurut wawan, MDMC dilampung itu sebenranya terkenalnya karena medis, itu emang sudah lama tapi itu baru terpusat dikota metro. sementara pelan pelan yaa dibangun dari 15 kabupaten kota alhamdulillah sampai sekarang sudah 10. kita sempat latihan kemarin sekalian buat seleksi peserta yang dibawa. tapi karena banyak yang ikut kan lumayan 4 hari disini 2 hari perjalanan 8 hari kan terlihat operasional dan ain sebagainya.


Sementara pembiayaan operasional peserta di support langsung oleh Lazismu kota Lampung dengan bantuan juga dari Pimpinan daerah Muhammadiyah asal peserta serta dukungan dari PWM tentunya.


Disinggung tentang kesan pertama kalinya bertemu dengan panitia, Wawan mengapresiasi kesiapan panitia yang sigat dengan jalinan komunikasi yang intens serta terlihat berbagai properti yang sudah disiapkan untuk di bawa ke aren jambore. Menurutnya dirinya dan tim tida berharap diistimewakan karena pad prinsipnya semua ad relawan yang tentunya panitia juga super sibuk dengan persiapan dan itu sudah biasa di MDMC.


" yaa biasa aja kalau acara MDMC seperti ini, dah ngak  kaget lah sibuk semua. lagipula MDMC kita sudah tau sering kalo dilapangan. lagi pula Lampung itu sudah ada regional sumatranyaa. jadi sering ketemu kalau acara seperti ini. Tidak disambut khusus kaya tamu istimewa biasa aja ngak minta diistemawakan." cetusnya sambil tertawa.


Wawan dan tim dari Lampung bersiap mengikat jambore hingga selesai dan berharap ada ilmu baru serta bisa menambah skill personalnya di berbagai bidang.


"Jadi ingin lampung itu tidak terkenal hanya dari medis nya saja dan kebetulan kami dari kabupaten musia barat kan sempat ada diklat untuk silaturahmi SPAB jadi lampung  itu diakui untuk SPAB (satuan pendidikan aman bencana) itu memang gawean BNPM tapi itu mengandeng MDMC dan HW,"lanjutnya.


" Jadi kebetulan pematerinya itu orang MDMC dan kejadian waktu itu cuma 4 kabupaten dari seluruh indonesi. yang pertama Pasaman, bulan kedepanya pesisir barat dilampung, kemudian menyusul ambon kalau ngak salah kemudian menyusul banyuwangi. cuma yang 2 ini terkendala tidak bisa tatap muka karena Covid. Hanya yang Pasaman dan Pesisir barat itu sempat tatap muka. itu sempat sama SPAB cuman untuk di pesisr barat AUM nya hanya 3 jadi tidak bisa banyak berkembang," pungkasnya.

Related Posts:

SMK Muhammadiyah 2 Wadaslintang dipenuhi ratusan relawan Muhammadiyah


Wonosobo, 12/ 08 – Pelaksanaan Jambore Nasional SAR Muhammadiyah pertama di Jawa Tengah mengambil tempat di Wadaslintang Wonosobo tepatnya SMK Muhammadiyah 2. Bukan tanpa alasan, karena kegiatan ini merupakan Jambore relawan Muhammadiyah maka AUM yang ada diskeitar tempat dilaksanakannya jambore terlibat langsung untuk suksesnya acara.

“ Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di Wadaslintang, SMK Muhammadiyah 2 memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Jambore ini, hal ini dimaksudkan sebagai syiar dakwah dan lebih mengenalkan SMK Muhammadiyah 2 kepada Masyarakat Wadaslintang khususnya dan peserta Jambore dari berbagai daerah di Indonesia pada umumnya. “ kata Agung Setyo Nugroho kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo.

Semua Sumber Daya Manusia yang dimiliki SMK Muhammadiyah 2 diberikan untuk suksesi acara, dari Guru, Siswa serta tak lupa sarana dan prasarana yang dimilki, lanjutnya.

Siswa SMK Muhammadiyah 2 disiapkan untuk membantu dapur umum dan pengkondisian lokasi di arena Jambore. 

Rekam jejak Agung sebagai kepala sekolah Muhammadiyah terbilang cemerlang sejak berkiprah pada 2009 hingga saat ini, dirinya merupakan founder dari SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo dan pada 2017 hingga saat ini dipercaya menjadi kepala sekolah.

Sebagai tambahan, pasang surutnya sebuah lembaga pendidikan pernah dialami hampir semua lembaga tidak terkecuali SMK Muhammadiyah 2 ini, pada 2013 dengan dibukanya SMK Negeri 1 sedikit banyak berimbas pada perolehan siswa di sekolah ini. Tapi kegigihan dan semangat Muhammadiyah dewan guru serta dukungan PCM Wadaslintang secara berangsur kepercayaan masyarakat kembali pulih. Mengingat, Sekolah Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan akademik semata tapi pendidikan akhlak dan budi pekerti serta ketrampilan bermasyarakat adalah hal wajib yang diberikan sekolah Muhammadiyah.

Di Wadaslintang saat ini terdapat dua Amal Usaha Muhammadiyah yang terus aktif mensyiarkan dakwah persyarikatan yaitu TK Aisyiah dan SMK Muhammadiyah 2 Wonosobo.

Dukungan dari Majelis Dikdasmen Daerah selalu diharapkan untuk keberlangsungan dua amal usaha pendidikan ini.

Dengan diadakannya jambore ini Agung berharap semakin meningkan trust masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Muhammadiyah, serta mengajarkan kepada siswa untuk selalu memiliki sense of responsibilty kepada sesama seperti halnya para relawan yang sedang melaksanakan jambore./ hans

Related Posts:

Komunitas Perempuan Aswaja Menggelar Sosialisasi 4 Pilar


 SLAWI ( trelepmedia.com ) - Komunitas perempuan ASWAJA menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika pada selasa, (09/08/2022) bertempat di Hottel Grand Dian, Slawi, Kab. Tegal


Dalam sosialisasi 4 pilar, dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Ibu Hj. Nur Nadlifah, S.Ag., M.M. dengan peserta Komunitas Perempuan ASWAJA.

Ciri khas Indonesia sebagai bangsa adaah menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan dan persatuan, apalagi Indonesia terdiri dari berbagi suku, ras, dan adat istiadat yang majemuk diberbagai daerah dan provinsi se-Indonesia. Maka 4 pilar kebangsaan menjadi konsen yang harus diperhatikan pada anak muda sebagai pondasi yang menentukan kokohnya jiwa nasionalisme anak muda. Hal ini disampaikan oleh anggota DPR RI yang biasa disapa mba Nad.


“Pentingnya pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara,” Katanya.


Mba Nad yang selaku sahabat dan pembina Komunitas Perempuan ASWAJA berharap apa yang disampaikan kepada para kader-kader perempuan pergerakan dapat bermanfaat dan dapat disampaikan minimal dilingkungan masyarakat sekitar dalam upaya membuat masyarakat paham terkait pengertian 4 pilar kebangsaan serta implementasinya.

Related Posts:

Nur Nadlifah : Berencana itu Keren Menuju Keluarga Berkualitas


BREBES ( cbm-news.com ) - Berencana itu keren, sehingga masyarakat harus mampu melakukan perencanaan kehidupan yang matang agar nantinya terwujud keluarga berketahanan dan lahir generasi – generasi yang berkualitas. 

Demikian disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil Jawa Tengah IX Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M saat memberikan materi di hadapan anggota Fatayat NU di Gedung Serbaguna Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Bumiayu Brebes, Sabtu ( 30/7/2022 ).


Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah drg. Widwiono, M.Kes dan juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3KB ) Kabupaten Brebes dr. Sri Gunadi Parwoko, M.Kes.


Dengan menggandeng BKKBN Jawa Tengah dalam program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana, Nur Nadlifah mengatakan,  program Bangga Kencana ini memegang peranan penting dalam mewujudkan generasi unggul melalui perencanaan berkeluarga.


“Kependudukan saat ini menjadi permasalahan besar di Indonesia, baik itu kuantitas maupun kualitasnya, sehingga masyarakat perlu diedukasi agar mampu berencana mengatur jarak kelahiran sehingga tidak terjadi kenaikan jumlah penduduk yang signifikan setiap tahunnya," katanya.


Berencana itu keren, lanjut Nadlifah, dalam kehidupan dan berbagai aktifitas, semua pekerjaan, bisnis dan sebagainya jika dilaksanakan dengan perencanaan maka hasilnya Insya Allah baik. 


" Makanya keluarga pun harus direncanakan sehingga kita punya ukuran dan evaluasi apa yang sudah maupun belum dicapai," pungkasnya

Related Posts:

Sosialisasi 4 Pilar, Nur Nadlifah Ajak Santri Tanamkan Cinta terhadap Tanah Air


BREBES - Anggota DPR-RI Komisi IX Dapil jawa Tengah IX Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama lembaga Infarul Khotoya Kabupaten Brebes Pada 24 Juli 2022.


Terlihat berdasarkan pantauan, peserta sangat antusias datang untuk mengikuti kegiatan sosialisasi 4 Pilar bersama Hj. Nur Nadlifah yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai 4 Pilar kebangsaan (Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).


Hj.Nur Nadlifah menyampaikan betapa pentingnya masyarakat untuk mengetahui dan memahami 4 pilar kebangsaan. “Betapa pentingnya kita untuk mengetahui dan memahami menanamkan kecintaan kita terhadap bangsa & tanah air (Hubbul Wathan Minal Iman)”, katanya, Senin, (24/07/2022).


Selain itu, Mbak Nad sapaan akrabnya menilai bahwa sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini sebagai kegiatan untuk mengingatkan kembali dan membumikan nilai-nilai Pancasila, dasar negara Republik Indonesia. “kita wajib menaruh pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara pada bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga kita sanggup terhindar dari pemahaman radikalisme & perilaku intoleran,” jelasnya.


Untuk meminimalisir aktivitas paham radikalisme, Mba Nad mengajak seluruh santri wajib benar -benar tahu nilai Pancasila & Undang-Undang Dasar 1945.


“Sebab, Pancasila sendiri adalah ruh dari bangsa ini & sebuah ideologi yang sesungguhnya wajib sebagai landasan dasar perilaku pada setiap masyarakat negara Indonesia,” Urai Mbak Nad.


Dalam kegiatan ini, Mba Nad memberikan apresiasi pada seluruh santri karena telah mengelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan, sebagai anak mudah pentingnya santri ikut terlibat, berkontribusi dan andil dalam demokrasi khususnya dibidang politik, yang mengutamakan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Related Posts:

Nur Nadlifah : Bentengi Anak dari Pergaulan yang Salah


BREBES ( trelepmedia.com ) - Tahun kedepan Indonesia mau menjadi seperti apa, tergantung hari ini bagaimana kita mengasuh bagaimana kita mendidik dan bagaimana kita menyiapkan generasi anak anak kita yang berkualitas, tidak hanya sehat fisik tapi pola pikir yang baik punya pribadi yang baik, sesuai kepribadian bangsa Indonesia ini menjadi sangat penting.



Demikian disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil Jawa Tengah IX Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M saat memberikan materi di hadapan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU di Desa Sigambir Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, Minggu ( 24/7/2022 ).


Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah drg. Widwiono, M.Kes dan juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3KB ) Kabupaten Brebes dr. Sri Gunadi Parwoko, M.Kes.



Menurut Nur Nadlifah, yang bisa membentengi pola pikir anak kita yang bisa mengarahkan hati anak kita itu  dari hatinya sendiri, sehingga kita harus wujudkan anak kita ini memiliki hati yang benar - benar bisa menjaga diri sendiri baik dari sisi pergaulan maupun dari sisi mengkonsumsi obat - obatan atau makanan - makanan yang tidak sehat.


" Pergaulan ini juga harus diperhatikan, jangan sampai anak anak belum waktunya menikah mereka terpaksa karena harus menikah. Orang tua harus mampu mengedukasi anaknya agar fokus meraih masa depannya terlebih dahulu, bukan langsung diarahkan menikah muda," imbunya.


Tidak hanya masalah kesehatan, nikah muda juga dapat menimbulkan masalah ekonomi atau keuangan. Hal ini umumnya terjadi pada pria yang belum ada kesiapan secara mental dalam menanggung nafkah dan berperan sebagai suami dan ayah. Dampaknya, lingkaran kemiskinan baru dalam kehidupan bermasyarakat pun tercipta.

Related Posts:

Hj. Nur Nadlifah : Asupan Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting


TEGAL ( trelepmedia.com ) -  asupan gizi seimbang pada anak mesti diperhatikan agar terhindar dari stunting, yakni gangguan pertumbuhan atau kekerdilan karena kurang gizi kronis. Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, M.M pada kegiatan sosialisasi dan KIE Bangga Kencana di hadapan 250 warga Desa Pecabean Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Jumat (22/07/2022 ).

Kabupaten Tegal, kata Nur Nadlifah,  masih menduduki peringkat tinggi kasus stunting di Indonesia, sehingga, perlu penanganan lebih intensif.  Semua pihak harus ikut berperan, seperti perangkat desa, bidan desa, kader desa TKSK bersinergi, bersama-sama mencegah stunting. 


" Kegiatan nyata dengan mengedukasi masyarakat mengenai cara mengolah makanan bergizi, beragam dan seimbang, melakukan penimbangan balita secara teratur, pemberian makanan tambahan, serta memperhatikan pola asuh dan memastikan orang tua atau pengasuh balita benar-benar memperhatikan apa yang dimakan balita. Jangan sampai mengonsumsi makanan yang bikin kenyang tapi tidak bergizi,” katanya..


Masyarakat, lanjut Nur Nadlifah, harus tetap menjaga kondisi kesehatannya. Selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dengan stop buang air sembarangan, menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta membasmi tempat perindukan nyamuk agar terhindar dari demam berdarah, terutama saat cuaca seperti sekarang ini.


Sementara itu, menurut Deputi Advokasi, Penggerakan, dan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sukaryo Teguh Santoso menambahkan, fokus pencegahan stunting itu melalui pendekatan hulu dan keluarga.

 

"Pendekatan keluarga diupayakan agar keseimbangan segera terisi tanpa lubang penjebak yang merugikan.  Lubang penjebak itu adalah masih tingginya angka kematian bayi, angka stunting dan angka kurang gizi," pungkasnya.


Related Posts:

Sosialisasi Empat Pilar Demokrasi bersama PMII Kabupaten Tegal dan Mba Nad


TEGAL - Sebagai upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat dan juga anak muda, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII) Kabupaten Tegal menggelar sosialisasi 4 pilar sebagai fondasi anak muda dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara di tengah carut marut politik di Indonesia yang begitu rumit.  

Kegiatan ini dilaksanakan di aula PMII Tegal, Sabtu, (7/7/2022). Dalam sosialisasi empat pilar, dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI fraksi PKB dapil  Jawa Tengah IX Hj. Nur Nadlifah, S.ag, M.M.  

Mba Nad, sapaan akrab Hj. Nur Nadlifah menyampaikan, ciri khas Indonesia sebagai bangsa adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan dan persatuan, apalagi Indonesia terdiri dari berbagai suku,ras dan adat istiadat yang majemuk diberbagai daerah dan provinsi seIndonesia. Maka empat pilar kebangsaan menjadi konsen yang harus diprioritaskan pada anak mudah sebagai fondasi yang menentukan kokohnya jiwa nasionalisme anak mudah. 

" Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur demi mewujudkan bangsa dan negara yang adil,makmur sejahtera dan bermartabat sesuai dengan pilar kebangsaan Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal Ika," tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Mba Nad memberikan apresiasi pada PB PMII karena telah mengelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan, sebagai anak mudah pentingnya kader-kader  PMII ikut terlibat, berkontribusi dan andil dalam demokrasi khususnya dibidang politik, yang mengutamakan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Tentu, apresiasi juga datang dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yakn Ketua Umum, yakni Muhammad Abdul Syukri Apresiasi kepada mba Nad atas kehadirannya dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan sebagai fondasi anak muda menghadapi tantangan di masa mendatang.

Related Posts:

Hj. Nur Nadlifah : Tingkat Stunting di Kabupaten Brebes Masih Tinggi


BREBES ( trelepmedia.com ) - Persoalan stunting di Kabupaten Brebes yang masih tinggi telah menjadikan Kabupaten ini salah satu fokus penanganan oleh Pemerintah pusat. Demikian disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, MM saat memberikan sosialisasi kepada anggota Fatayat NU di Aula Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, Minggu ( 3/7/2022 ).


Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah drg. Widwiono, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes dr. H. Sri Gunadi Parwoko dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes H. Zubad Fahilatah


Nur Nadlifah menegaskan, sesuai peraturan presiden terkait penanganan stunting, leading sektornya murni di BKKBN. Meskipun begitu, penanganan stunting di kabupaten Brebes harus melibatkan banyak sektor.


" Misalnya untuk penanganan gizi, kesehatan, pangan, sanitasi harus terintegrasi semua, agar saling mendukung dalam percepatan penurunan kasus stunting. Harapan saya, di tahun 2023 kasus stunting tinggal 14 persen," tegasnya.


Dirinya berpesan kepada masyarakat Kabupaten Brebes untuk mulai hidup sehat dengan memperhatikan pola hidup, pola asuh dan pola makan.


Sementara itu, kepala perwakilan BKKBN Jawa Tengah drg. Widwiono menyoroti bahwa masih sangat rendahnya kaum laki - laki yang mau menggunakan alat kontrasepsi, karena pandangannya masih bertumpu bahwa alat kontrasepsi untuk perempuan.


Kepala DP3KB Kabupaten Brebes dr. Sri Gunadi Parwoko mengajak kepada komunitas fatayat agar masuk sebagai kader posyandu ataupun kader Pengabdian kepada masyarakat (PKM).


" Hal ini agar tingkat pelayanan kesehatan masyarakat itu bisa lebih masuk dan melibatkan organisasi matang seperti fatayat NU," pungkasnya.

Related Posts:

Wujud Syukur, Warga Desa Pende Gelar Sedekah Bumi

 


KERSANA - Sebagai wujud syukur kepada Sang Maha Pencipta, warga Desa Pende Kecamatan Kersana menggelar sedekah bumi, Sabtu (25/06/2022).


Acara dimulai dari pukul 09.00 WIB dari arak - arakan membawa hasil bumi keliling desa Pende yang diikuti oleh para petani, pedagang maupun pelaku usaha lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hasil bumi kepada kepala desa Pende. 


Pada pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan acara ambengan yang diikuti oleh peserta yang membawa ambeng,  RT/RW, lembaga desa, tokoh masyarakat dan juga pendamping desa.


Dalam sambutannya, kepala desa pende Kayo menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan hasil bumi yg melimpah.


 " Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahunnya dibulan apit menjelang panen raya," katanya.


Sementara itu,  Ketua BPD Desa Pende Rosikin menambahkan, acara ini juga untuk mengembangkan kembali adat istiadat yang hampir punah dan sudah lama tidak dilaksanakan oleh pemerintah desa sebelumnya.


 " Ini juga sebagai bentuk rasa syukur masyarakat desa pende atas dihindarkan dari segala bencana," imbuhnya.


 Acara sedekah bumi ini diakhiri dengan acara tahlil bersama di aula Balai Desa Pende.

Related Posts:

1.738 Guru PPPK Terima SK Bupati Brebes


Brebes (trelepmedia.com) - Penandatanganan perjanjian kerja pengambilan sumpah dan penyerahan keputusan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(PPPK) Guru tahap I Formasi tahun 2021 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes (06/07/2022) bertempat di Stadion Karang birahi Brebes

Dihadiri Wakil Bupati Narjo SH MH  Sekda Ir. Joko Gunawan MT Ketua DPRD Kab Brebes Mohammad Taufiq S.Sn Inspektur Drs Nur Ari Haris Y, MSi Kepala Dindikpora Caridah M.Pd  Pinca  Bank Jateng KC.Brebes Juniar Shubchi serta Kepala OPD lainnya

Penyerahan SK secara simbolis oleh Bupati Brebes Hj.Idza Priyanti SE MH  Wakil Bupati Narjo SHMH  Sekda Kabupaten Brebes Ir.Djoko Gunawan MT serta pejabat lainnya


Sebagaimana disampaikan Kepala BKPSDMD melalui Kabid Mutasi Dra. Sriatun MSi  bahwa Peserta yang dinyatakan lulus seleksi PPPK guru tahap I formasi tahun 2021 sebanyak 1741 orang terdapat  2 peserta yang tidak melakukan pemberkasan satu orang meninggal dunia dan satunya mengundurkan diri sehingga yang diusulkan  PPPK ke BKN berjumlah 1739 orang peserta 


Setelah pemberkasan terdapat satu orang meninggal dunia sehingga kegiatan penandatanganan PPPK guru tahap I diikuti 1738 seluruhnya akan diangkat dalam golongan sembilan dengan kualifikasi pendidikan S1/D IV adapun penempatan SDN 1278 dan SMP Negeri 460

Dengan rincian guru kelas 1115 orang 

guru Agama Islam SD 39 orang  guy penjas orkes SD 124 orang 


Guru Agama SMP 14 orang,  guru bahasa Indonesia 70 orang , guru bahasa Inggris 31 orang 

guru bimbingan konseling 54 orang

Guru IPA 51 orang  guru IPS 32 orang 

Guru matematika 64 orang

Guru penjas orkes 48 orang guru PPn 21 orang  Guru Prakarya 30 orang dan guru TIK 15 orang

Seluruh PPPK akan menerima gaji pokok sebesar Rp.2.966.500 beserta tunjangan BPJS kesehatan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian  

Sedangkan tunjangan beras dan tunjangan keluarga beli dapat diberikan



Bupati Brebes Hj.Idza Priyanti SE MH dalam sambutannya  merasa senang serta bangga melihat wajah wajah ceria penerima SK hari ini momen yang sangat ditunggu tunggu setelah penantian panjang perjuangan para guru selama mengabdi bertahun tahun bahkan puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil


Kepada 1.738 guru PPPK  penerima SK tahap satu tahun 2021 Bupati berharap hendaknya hasil kerja keras ini dapat menjadi pemicu semangat untuk lebih meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan profesionalisme yang tinggi karena tantangan dunia pendidikan saat ini cukup besar terlebih setelah dua tahun lebih diterpa badai pandemi Covid-19 sektor pendidikan mengalami perubahan dan penyesuaian seperti pembelajaran jarak jauh yang mungkin kurang efektif bagi sebagian guru dan siswa


 Banyak hal yang harus dilakukan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu ciptakanlah terobosan maupun metode sebaik mungkin untuk menunjang dan mengakselerasi ketertinggalan dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat menangkap dan memahami materi pembelajaran yang disampaikan dengan lebih mudah


Lebih lanjut Idza mengatakan pada dasarnya PPPK  tidak berbeda dengan PNS umumnya semuanya sama sama digaji berdasarkan undang-undang yang sah hanya saja PPPK dengan perjanjian kerja 5 tahun sekali diperbarui  sedangkan PNS memang sudah ada dari dulu ada


Begitu juga dalam pelaksanaan kerja tidak ada perbedaan dalam golongan jabatan serta segi penghasilan dan gaji antara PNS  dengan  PPPK.


Sehubungan dengan itu aparatur yang mengemban tugas dalam melayani masyarakat dituntut untuk senantiasa mampu melaksanakan keseluruhan penyelenggaraan tugas pemerintah sesuai bidang tugas masing-masing ujar Idza. 

(Bambang Sugiarto)

Related Posts:

Nur Nadlifah : Penguatan Kesadaran Berbangsa melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan


BREBES (cbm-news.com) - Sebagai salah satu upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Jateng IX Nur Nadlifah, S.Ag., M.M menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) di PC Fatayat NU, Kamis (2/6/2022)

Mba Nad mengungkapkan, kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh DPR RI Jateng mendapatkan respon positif dari masyarakat. Mba Nad yang juga merupakan anggota Fraksi Partai PKB menyatakan, bahwa kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara khususnya terhadap masyarakat.

Mba Nad menyampaikan, bahwa Pilar adalah Tiang Penguat (Bangunan), Pilar juga sebagai dasar (yang pokok) atau induk serta tiang penyangga. "Pentingnya pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara," katanya. 

Sedangkan, lanjut Mba Nad, dasar hukum sosialisasi 4 Pilar MPR RI adalah UU Nomor 17 Tahun 2014 jo UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 C. Selain itu juga Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf C. 

Selanjutnya, yang terakhir Inpres No.6 Tahun 2005 tentang dukungan kelancaran pelaksanaan sosialisasi UUD NKRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR. Mba Nad dalam pemaparannya menerangkan pengertian pilar, menurutnya ada tiga poin yakni satu tiang penguat (bangunan), dasar (yang pokok) induk dan tiga adalah tiang Penyangga.

"Sedangkan yang ketiga dalam 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesungguhnya masih banyak pilar-pilar kehidupan lainnya seperti bendera, bahasa, lambang negara dan lain lain" ujarnya. Ia juga menerangkan bahwa tantangan kebangsaan menurut TAP MPR No.VI Tahun 2001 tentang etika kehidupan berbangsa dibagi dua ada internal dan eksternal," paparnya.

Mba Nad berharap apa yang disampaikan kepada para kader partai demokrat dapat bermanfaat dan dapat disampaikan minimal di lingkungan masyarakat sekitarnya dalam upaya membuat masyarakat paham terkait pengertian 4 Pilar Kebangsaan serta implementasinya.

Related Posts:

Rapat Paripurna Pengganti Antar Waktu H.Musyaffa


Brebes ( TRELEPMEDIA.COM) - Rapat Paripurna DPRD Kab Brebes Pengganti antar waktu bertempat di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 Gedung DPRD Kab Brebes (11/05/2022)

 Berdasarkan pasal 123 ayat (1) Peraturan DPRD Kabupaten Brebes Nomor 01 Tahun 2019 tentang Tata  Tertib Dewan pimpinan DPRD dalam Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes,  disebutkan bahwa :
"Anggota DPRD Pengganti Antarwaktu sebelum memangku jabatannya, mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pimpinan DPRD dalam Rapat paripurna."  Guna memenuhi ketentuan tersebut, Rapat Paripurna hari ini akan dilaksanakan  pelaksanaan sumpah/janji Anggota DPRD Kabupaten Brebes Pengganti Antarwaktu atas nama yth. H.Musyaffa.

acara pokok rapat  pari purna hari ini yaitu peresmian Pengganti Antarwaktu Anggota DPRD Kabupaten Brebes sisa Masa Jabatan 2019 - 2024 yang diawali dengan pembacaan Keputusan Gubernur Jawa Tengah oleh Sekretaris DPRD Qomar SH

Keputusan gubernur Jawa tengah nomor   170/13   tahun 2022 tentang peresmian pemberhentian dan peresmian pengangkatan pengganti antar waktu anggota dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Brebes masa jabatan tahun 2019 - 2022

H. Ghofar Munghni, SP., M.Si Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten Brebes yang diresmikan Pernyataannya Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa tengah Nomer 170/56 tahun 2019 tentang peresmian pemberhentian dan peresmian pengangkatan anggota Dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Brebes. diusulkan Berhenti Antarwaktu Karena Yang Bersangkutan Telah Meninggal Dunia Pada Tanggal 11 Januari 2022 Sesuai dengan kutipan Akta Kematian dari Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Brebes Nomor 3329-KN-03022022-0002 tanggal 3 Februari 2022, sehingga perlu di ganti;

Adapun penggantinya adalah H. Musyaffa dari Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Brebes telah memenuhi persyaratan untuk diresmikan pengangkatan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes, sesuai Berita Acara komisi Pemilihan  Umum Kabupaten Brebes Nomor 017/PY.03.1/3329/2022 tanggal 16 Februari 2022 tentang pemeriksaan Anggota DPRD Kabupaten Brebes Hasil Pemilihan Umum Tahun 2019;

Berdasarkan pertimbangan di atas serta sesuai surat Bupati Brebes Nomor 5/0555/171.41/II/2022 tanggal 23 Februari 2022 perihal permohonan peresmian pemberhentian dan pengangkatan pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Partai kebangkitan bangsa kabupaten Brebes yang diterima secara lengkap oleh Gubernur Jawa tengah pada tanggal 2 Maret 2022, perlu menetapkan keputusan gubernur tentang peresmian pemberhentian Dan peresmian pengangkatan pengganti Antarwaktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes Masa Jabatan Tahun 2019-2022;

Ketua DPRD kabupaten Brebes Mokhammad Taufiq, S.sn  mengumumkan bahwa Yth. Sdr.H. Musyaffa akan bergabung dalam beberapa alat kelengkapan dewan yaitu komisi IV, badan anggaran, pansus 28 DPRD kabupaten Brebes pembahas rancangan peraturan daerah kabupaten Brebes tentang penyelenggaraan pesantren. Hal ini akan kami tetapkan dengan keputusan dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Brebes.

Dengan demikian maka selesailah sudah agenda rapat paripurna pada hari ini. Dengan mengucap " Alhamdulillahirobil Aalamiin "

(Bambang Sugiarto,)

Related Posts:

Apel Pagi dan Halal Bihalal ASN Dinkominfotik Brebes


Brebes - Memasuki bulan Syawal, biasanya umat Muslim akan melakukan  Halalbihalal usai Hari Raya Idul Fitri. 

Halalbihalal ini istilah untuk acara berkumpul yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. Tetapi merupakan ekspresi dan kreativitas khas masyarakat Indonesia.

 

Halalbihalal adalah tradisi yang sangat baik untuk dirayakan, karena yang terlibat adalah orang-orang yang berusaha mengamalkan ajaran Islam tentang silaturahim, persahabatan yang baik, dan perlunya saling memaafkan.

Begitu juga yang terjadi di Dinkominfotik hari ini Apel pagi dilanjutkan dengan Halal Bi Halal saling maaf memaafkan Dari Kepala Kantor sampai Pegawai honorer  saling memaafkan satu sama lain tanpa pandang bulu semoga dosa dosa kita semuanya lebur suci Fitri kembali seperti bayi baru lahir ujar Kepala Dinkominfotik Kab Brebes Drs.Tatag Koes Adianto M.Si saat pimpin Apel pagi


Lebih lanjut dikatakan hari pertama masuk memulai untuk bekerja setelah kita melaksanakan cuti bersama, bersama – sama kita melaksanakan 

hari raya idul fitri, di kesempatan hari ini pertama saya mengucapkan permohonan maaf sebesar besarnya, saya selaku pribadi sekaligus secara kedinasan apabila ada hal hal yang  kurang berkenan dihati  selama 1 tahun yang lalu   saya meminta maaf sebesar besarnya apabila dalam kita berintraksi bergaul baik di lingkungan kantor maupun di luar kantor kita pasti meyakini ada beberapa hal yang tidak mengenakan hati, saya mohon maaf sebesar besarnya  kepada bapak ibu karyawan karyawati dinkominfotik dengan harapan semoga Allah SWT akan senantiasa merakhmati menurunkan barokahnya kepada kita semua nikmat sehat semangat untuk kerja mudah –mudahan kita bisa bertemu di lebaran tahun depan.


Di kesempatan yang baik ini, saya ingin sampaikan kepada seluruh karyawan dinkominfotik  Bahwa kita kedatangan   7 personil baru yang telah CPNS di jajaran dinkominfotik 

Kepada 7 orang personil baru saya minta agar cepat untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja di

dinkominfotik brebes , hari ini kalian akan menerima surat tugas dari kepala dinas untuk penempatan sesuai Surat keputusan  Bupati Brebes

Saya ingatkan kepada semua karyawan karyawati dinkominfotik termasuk saya pribadi dalam rangka 

kita bekerja untuk melayani rakyat kita menggunakan standard yang kita layani merasa terpuaskan, 

semua yang bersangkutan pada dinkominfotik baik dari masalah umum atau sesama institusi jajaran

yang ada di Brebes ataupun instansi vertikal yang ada di Brebes pada saat berurusan atau berkoordinasi 

kepada dinkominfotik Brebes semua merasa terlayani dan merasa terbantu


Perlu diketahui bahwa kehadiran Karyawan Karyawati Dinkominfotik Kab Brebes  sebanyak 38 orang PNS hadir semua dan dipantau langsung oleh BKPSDMD Kab Brebes yang dipimpin Dra.Sriatun ,M.Si Kabid Mutasi BKPSDMD Beliau merasa senang atas kehadiran Karyawan Karyawati Dinkominfotik Kab Brebes kerena hadir semua


(Bambang Sugiarto)

Related Posts: